Pak perusahaan di singapore sudah siap rekeningnya, sudah buka account baru, kapan bapak ke Singapore?. Ada banyak dokumen tang harus di tanda tangani. Itu adalah pesan singkat text message dari legal advisor saya di singapore.
Ini bukan mau gaya-gaya an menceritakan hal seperti ini di publik. Mohon lihat bahwa ribuan cara untuk buat uang yang di Indonesia karena BI nya ngak faham bisnis maka kita sebagai pengusaha yang harus manuver dan pandai-pandai lihat peluang.
Sahabat tahu semua suku bunga kredit di Indoensia itu mahal, 13%- 16% itu sangat mahal. Sangat sulit membayarnya dengan bisnis normal atau bisnis kebanyakan. Saya beri ilustrasi sederhana ya, anda memiliki tanah senilai 10 milyar. Lalu anda akan membangun hotel senilai 20 Milyar. Apakah bank akan memberikan pinjaman ? iya, akan memberikan tapi hanya 75% dari RAB.
Alias hanya 75% dari 20 milyar. Hanya 15 milyar. Yang 5 milyar adalah equity pemilik . terlihat sempurna dan menarik? Ya tidak bagi saya. Saya beli tanah dan setor equity menjadi kan saya mengeluarkan uang 50% dari proyek.
Bank mengeluarkan 50% senilai 50% tapi memegang jaminan 100%!. Terlihat wajar? Iya di mata banker. Karena alasan banker harus prudent. Prudent bagaimana boss? Dapat bunga 15% dari 15% selama 5 tahun, pegang jaminan 100% senilai 30 M. Begitu ada apa-apa dalam bisnis (hal biasa) pasar kontraksi, maka di refinenace, di perpanjang lagi tambah 3 tahun jadi 8-9 tahun, bunga di strech cicilan di perpanjang. Kelihatan pahlawan?
Di ujungnya di tahun ke 10. Pemilik baru merasakan manfaat di saat bank sudah dapat uang 15 milyar + 15 milyar dari bunga. Atau senilai 30 milyar.
Yang kerja mati-matian pengusaha. Pegawai bank hanya mencak-mencak marah-marah neken ibarat preman pasar yang jatah bayaran lapak-nya kurang atau telat!
Ok sekarang kita lihat lagi, dari kaca pegawai bank. Ini adalah business as usual. Bersih seperti biasa. oke lah, lu pegang duit lu atur. Jadi tahu khan kenapa dunia perbankan indoensia itu bukan pebisnis, sangat self center. Mikirin diri sendiri. Ya sudah kalau itu maunya mereka banker indonesia yang taat pada BI. Yang BI nya juga ngak faham membangun bisnis.
Lengkap deh.
Jadi apa yang banyak lakukan sekarang. Kita geser pinjaman ke project finance. Yang di indoensia ini di haramkan. Di indonesia yang halal itu asset base. Pinjem uang ada jaminan aset. Jaminan proyek ngak boleh. Ya ngak apa-apa juga. Toh bunganya tinggi banget, 15 %.
Jadi kita ke singapore buka perusahaan. Murah, 15 juta rupis selesai ngak ribet. Lalu perusahaan yang 100% kita yang punya itu, take over perusahaan yang di indonesia. Yang punya lahan 10 milyar yang mau kita jadi kan hotel dengan RAB rencana anggaran bangunan-nya 20 milyar.
Kalau project base maka nilainya begini bank (singapore) lihatnya. Tanah 10 M + RAB 20 M. Total 30M. 75% pinjaman 22,5M bank singapore kasih pinjam dengan bunga hanya 7 % .
Kita dapat 22,5M . 20M bangunan ,2,5 M modal kerja. Perbedaan 8% pertahun itu nilainya 1,8M. Atau kalau 5 tahun selisihnya 9M. Percayakan sahabat tahun ke 5 pinjaman 22,5M lunas. Sementara kalau meminjam 15M di Indonesia bunganya saja satu tahun 2,25M. Kalau pinjemannya 22,5M, bunga 15%, maka bunganya 3.4M diluar cicilan pokok.
Maaf banyak angka statusnya. Tapi saya mau melihatkan betapa ruginya berbisnis dengan bank indonesia ini. bisa selisih 9M dalam 5 tahun!!!!.
Jadi kepada para banker dan BI. Terima kasih atas peraturan anda yang membuat bunga tinggi, membuat susah minjem uang di indonesia. Bisnis kami jadi lancar dan cepat dengan bantuan bank luar negeri dengan perusahaan luar negeri. Kami jadi PMA. Dan malah banyak kemudahan pakai PMA. # Peace
mf cuma mau cerita kisah nyata aku dalam kesuksesan aku,begini aku dulu anak petani 3bersaudara aku anak ke 3,3tahun yang lalu orang tuaku pusing karna banyak hutangnya gara gara aku disekolahkan sampai lulus s1,tapi aku diam2 mencari jalan keluar permasalahan kami and cek di internet sahpa tau ada orang pintar bisa membantu,tapi lama kelamaan aku temukan posting orang yang pernah minta bantuan ama mbah sangrego degan nonya085756670667,tapi awal takut hubungi karna kata orang larangan agama,aku beranikan diri telpon beliau degar cerama atau arahanya ternyatah bukan juga jalan sesat,tergantun keyakinan kata mbahnya,banyak juga pilihan aku diberikan ada,uang balik,dana hibah,uang gaib,dll...tergantun keinginan kita juga dan tidak ada tumbal,berkat bantuan beliau aku tak terbebagi hutang orang tua lagi,dan orang tua pun senang setelah aku ceritakan semuanya,terima kasih,wassalam....
BalasHapus