Selagi menunggu pertemuan dengan seorang pejabat di Fairmont hotel saya ternyata datang kecepatan. Akhirnya saya memilih merebahkan pantat saya di sofa yang kosong di lobby hotel tersebut. Tak lama kemudian, di depan tempat saya duduk hadir seseorang yang juga sepertinya sedang menunggu. Saya belum kenal dia, tapi saya tahu siapa dia.
Lingkup bisnis itu kecil. Maka dari sekilas wajah dapat memastikan dialah salah satu taipan bisnis indonesia. Seorang bapak usia 58-60 an, keturunan chinese yang perusahaan kalau di sebut di publik produknya semua orang pasti kenal. Dan seperti kebiasaan saya yang nekat, saya sodorkan tangan saya kedepan. Pak F ya? Kenalkan saya mardigu pak, mitranya PO.
Diapun tersenyum, membenarkan dia pak F, dan menjulurkan tangan nya. Oh..PO sama kamu ya..apa kabar dia? Kamipun saling info mengabarkan PO mitra saya yang dulu pegawainya. Kemudian saya bertanya beliau menunggu siapa? Setelah dia bertanya terlebih dahulu kepada saya di hotel ini tujuannya apa. Saya sebut nama seorang pejabat yang saya janjian siang ini, rupanya dia kenal baik.
Dia menjawab, saya sedang menunggul tax advisor saya pak mardigu, nadanya santun. Saya menyahut, bener pak, saya juga masih tanya-tanya banyak urusan tax amnesty ini. pengen tahu lebih detail lagi. yang diangguk olehnya.
Saya dengan percaya diri melanjutkan pertanyaan kepadanya., bapak pasti bingung karena dana diluar negeri semua pakai “trust fund” ya pak?
Dia menatap saya tajam , bibirnya meruncing kemudian berkata tegas, wah PO cerita banyak ya ke kamu? Wajahnya menunjukan ke tidak nyamanan. Wah saya ngak enak jadinya mendapat respond demikian. Saya pun mengucapkan kata maaf atas ke tidak nyaman ini. karena niat saya adalah ingin menggali informasi tapi kalau menyingung ke “pride” pribadinya saya minta maaf. Juga bisa saja pertanyaan saya menyinggung privasinya. Hal pribadinya.
Maaf pak, nothing personal. Persaan saya ngak nyaman jadinya dan saya harus dengan cepat melakuan tarian indah berdiplomasi dengan berkata, begini pak, saya soalnya punya masalah urusan trust fund saya pak. Diapun memalingkan mukannya kewajah saya dan menatap tajam. Kamu ada pakai trust fund juga? Saya angguk cepat, iya pak.
Dia menarik nafas panjang dan mukanya melunak. Sambil mengangguk-angguk kemudian berkata, bener pak, itu yang saya pusingkan karena itu saya perlu janjian dengan tax advisor secara private. Saya pengen tahu info tax amnesty secara benar dari professional perpajakan.
Huiiiih, saya pun lega karena dia mencair, dada saya dari tadi tahan postur, langsung turun lunglai jadi santai saya. Karena dari tadinya wajahnya agak senewen dengan saya karena salah ngomong sayanya, kemudian sekarang malah akrab. Iya sih, ini sebenarnya terpaksa saya berbohong agar posisinya kami sama, sama-sama punya trust fund.Dan dia percaya trust fund saya , cihuiii Saya punya trust fund !!!! . Ini sebuah projection imaginary yang bagus khan? . Bohong positif biar kejadian punya trust fund. # peace
Tidak ada komentar:
Posting Komentar