Anda pasti pernah membaca Da Vinci Code dari Dan Brown? Atau Harry Potter karya J.K Rowling? Atau cerita misterius Agatha Christie?
Kalau saya membaca buku buku mereka bisa saya selesaikan dalam waktu 3 jam. Saya seakan terpaku dikursi duduk. Tidak beringsut pindah. Bahkan meneguk air dari gelas disamping jadi lupa. Saya terkena sihir
Sebagai pengemar chanel National Geografic maka acara khusus The Agatha Project tidak saya lewatkan sedetikpun. Saya ingin tahu apa yang menyebabkan tulisannya begitu memukau. Dalam project tersebut para peneliti memasukan setiap kata, frasa dan kalimat. Hasil dari penelitian tersebut yang menempelkan seluruh alat test gelombang otak EEG menyimpulkan, frasa-frasa tersebut memicu rasa senang. Hampir seperti efek ketagihan para pemakai amphetamin.
Sebuah analisa yang mencengangkan saya.
Sebuah penelitian yang cukup valid, setidaknya menurut saya.
Hasil penelitian tersebut tulisan agatha cristie menggunakan teknik psychology namun dengan gaya sastra. Tulisan agatha christie bertindak sebagai pemicu untuk meningkatnya kadar serotonin dan endorfin, yang merupakan kurir kimia pada otak yang menimbulkan rasa senang. Inilah yang membuat pembaca ketagihan.
Hasil penelitian tersebut tulisan agatha cristie menggunakan teknik psychology namun dengan gaya sastra. Tulisan agatha christie bertindak sebagai pemicu untuk meningkatnya kadar serotonin dan endorfin, yang merupakan kurir kimia pada otak yang menimbulkan rasa senang. Inilah yang membuat pembaca ketagihan.
Agatha christie menggunakan teknik forcing yang sangat efektif. Menulis yang menimbulkan respons sesuai dengan maksud penulis. Dengan data tersebut membuat saya mendalami lagi apa yang membuat pembaca terpukau. Kata-kata apa yang diulang-ulang sehingga membentuk stimulus atau rangsangan senang.
Kata takjub, membayangkan, dan cerita adalah kata yang paling menimbulkan rangsangan kimia menyenangkan yang terbesar. Kata-kata senang, gadis, senyum, yes, baik hati , menang, bahagia ini merupakan kata terbanyak dalam tulisan Agatha Cristie. Padahal ceritanya adalah misteri dengan bumbu romance.
Dalam tulisan yang memakai teknik forcing, banyak kata-kata yang akan memicu “perasaan” yang hampir tak terlihat bedanya dengan kalimat biasa. Susunan kata sama. Perbedaan adalah ada pada “efek pembacanya”. Dalam buku J.K rowling seorang anak bisa masuk kedunia Harry potter. Mereka menjadi bagian dari dunia penyihir cilik. Pembaca di bangunkan keinginan untuk membaca dan membeli.
Kedepan, dimana otak manusia modern terisi dengan banyak data, maka kita akan menggunakan forcing proiming ini. Bagaimana kata-kata tersusun menjadi kekuatan memprogram. Dan membedakan banyak kata-kata tersusun lainnya. Sayangkan kalau hanya tersusun indah, namun tak menimbulkan reaksi seperti semangat, suka atau pembelian. Ada berapa banyak brosur, iklan, tulisan yang tidak membangkitkan forcing tersebut?
Menurut lembaga survey ternama di amerika fairfaxcountymedia, pesan tersebut sangat banyak yang menyesatkan, salah sasaran dan hanya menjadi sampah, lebih dari 65% masuk kategori tersebut. Tentunya kita dimasa kompetisi ketat sekarang ini harus menghasilkan karya kreatif yang punya pengaruh. Gunakan forcing Priming ala Agatha Cristie. # Peace
Tidak ada komentar:
Posting Komentar