Rabu, 17 Agustus 2016

DIGITAL

Kalau salah seorang yang membuat Tcash bertemu dengan anda, apa yang anda mau tanyakan? Anda kenal dengan produk telkomsel tersebut bukan, Tcash? Salah satu alat bayar yang cukup mendapat respond positif di pasar.
Sebelum penjelasan lebih jauh mengenai alat bayar, izinkan anda memperhatikan informasi ini. Kalau anda memiliki 4 juta nasabah atau pelanggan bisa di katakan anda sama dengan panin bank. Kalau anda memiliki 8 juta nasabah, bisa di katakan anda sama dengan bank niaga, atau kalau anda memiliki 20 juta nasabah/pelanggan sejajar BNI kalau anda memiliki 50 juta anda sejajar BRI. Kalau anda memiliki 150 juta pelanggan/nasabah sejajar dengan apa?
HSBC? Citibank regional asean? Iya benar..dan telkomsel memiliki klien base sedemikian besar juga. Telkomsel anak PT Telkom ini memang memegang jumlah pelanggan terbanyak di Indonesia. 150 juta. Sehingga tidak heran kalau Tcash termasuk barang yang di hormati dan memiliki growth yang baik di masa depan. Karena klien base yang besar ini.
Nah sekarang masuk ke topic pembahasan. Salah satu sahabat saya adalah orang yang bergelut dan melahirkan di Tcash ini dan dia tidak di telkomsel lagi. Dia ada di industry lain. Namun memegang hal yang sama nantinya. Dan menurut saya, ini akan lebih ngeri lagi.
Sahabat saya ini orangnya sangat luar biasa cara berfikir dan prestasinya. Dimana kemampuan dirinya dalam bidang pemasaran, telco dan keuangan. Akan dia masukan kebisnis yang menjadi platform bisnis masa akan datang.
Sahabat pasti tahu, dalam dunia keuangan di Indonesia di setiap level sudah ada rajanya. Dari kelas multinasional bank, kelas 1000 triliun ada rajanya yaitu bank Mandiri, kelas 100 triliun rajanya bank Niaga, kelas 10 triliun, kelas 1 triliun, kelas 100 milyar, kelas 10 milyar , bak pasar semua sudah ada rajanya, semua berdesakan kompetisinya saling sikut untuk jadi raja di kelas masing-masing.
Jika anda sebagai lembaga keuangan baru, mana yang mau anda target marketnya? . Dari bank besar sampaii bank pasar di ujungkampung, semua sudah terbentuk anatomi pasarnya dan sudah ada rajanya.
Saya pikir kepindahan teman saya dari telco ke banking membuat saya harus belajar ulang lagi jurus bisnis. Saya tahu tidak mudah, ini sangat ambisius. Dia mau apa? itu penasaran banget saya. Bank nya pasti mempunyai taktik perang sendiri. Pertanyaan berikutnya dari saya adalah pasar mana yang mau dia ambil?
Ketika saya tanya, kang mas…mau kemana anda? Yang dia tanya balik..mas wowiek kapan terakhir ke bank. Dalam arti fisik datang ke kantor cabang, saya bilang, kemarin! Ke atm. Ooh itu ngak ke itung. Ke bank, ke CS atau ke kasir atau ketemu petugas bank buka rekening minta kredit dan lain sebagainya.
Saya menjawab, wah sudah lama ngak.
Lalu dia menjelaskan. Nanti makin lama makin jarang orang datang ke bank, dalam waktu 5 tahun kedepan hingga seterusnya, bahkan bisa tidak lagi datang ke bank. Semua digital. Seperti halnya di amerika, eropa bank mulai menutup 300-500 cabangnya setiap tahun dalam 3 tahun terakhir. Dan dalam 10 tahun kedepan bank-bank akan menutup 70% cabangnya juga akan memangkas pegawai bank hingga 50% dari jumlah sekarang.
Jangan kamu bangga kerja di bank sekarang karena 10 tahun lagi tinggal separuhnya pegawai bank. Dunia perbankan akan bergeser sama seperti dunia tour and travel yang akan musnah kurang dari 5 tahun kedepan.
Bank, 20 tahun lagi akan menjadi digital banking. Dan sejak saat itu dunia berubah drastic. Perilaku pembayaran, banking system, uang giral akan menguasai 90% transaksi. Karena itu kehadiran saya dalam 5 tahun kedepan, bisa membuat bank menengah kebawah akan berkompetisi dengan keras karena bank digital jauh lebih murah, aman, tinggi ROI dan luas jaringannya.
Kami masuk bukan ke deposito yang mengajari orang malas, tetapi masuk ke wealth manajemen yang memberikan return lebih baik, bisa 2 kali lipat bunga bank. Jadi, kami akan hajar BPR dan bank rentenir semua. Kami raja retail keuangan dan digital banking termasuk payment.
Saya manggut-manggut mendengar celotehannya. Ya beginilah jika kita berhadapan sama orang yang hidup di masa depan, yang “ahead of other people mind”. Pikiranya di depan, ambisius dan bertekad menyelesaikan masalah pelanggan. Dengan memusnahkan pemain yang tak berilmu, setengah-setengah seperti BPR dan bank rentenir lkainya. Pasti kelibas. Selamat datang di dunia digital banking. Ssttt tahu ngak (bisik-bisik tetangga), Bank Indonesia tuh ngak siap sebenarnya sama hal ini hihihi. # may peace upon us

Selasa, 16 Agustus 2016

Leadership adalah pengambilan keputusan cepat dan tepat

“Sering kali , orang dengan masa lalu yang gelap memiliki masa depan yang paling terang”
Memiliki teman masuk dalam jajaran kabinet atau mantan pejabat bukan berarti mereka adalah orang yang tahu segalanya. Mungkin dia tahu teknis, namun mengelola jabatanan perlu manajemen skill dan leadership.
Leadership adalah pengambilan keputusan cepat dan tepat, strategi adalah “do the thing right & do the right thing”. Manajemen adalah “get thing done through other people”.
Dimana efisiensi? Di mana profit? dimana biaya variable? Dimana inventory? Dimana resources? Dimana legal undang-undang? Dimana SDM dan para pakar? Dan banyak lagi barisan pekerjaan yang harus di perhatikan dan di selesaikan. Tidak mudah bagi yang tidak faham. Tapi jujur, bagi yang fahampun hal ini tidak mudah.
Pak presiden Jokowi saat ini agak beda gayanya. Dia menuntut efisiensi. Seperti pemotongan subsidi, pemotongan anggaran, dan banyak lagi yang lembaga negara dan kabinet harus mencontohkan pengurangan anggaran yang boros. Wajib di buang.
Menteri yang tidak bisa melakukan strategi bisnis pasti tergopoh-gopoh. Apa lagi menteri yang tidak punya jaringan kuat di berbagai kalangan. Cross referral ngak punya network, bisa “home alone” mereka. Pastinya bakal di buang dari kabinet.
Misalnya ambil contoh, jika sahabat tahu nama yang banyak tertempel di buku cetak, penerbit E atau penerbit W dan banyak lagi penerbit cetakan. Anggaran tahunan bisa 20 triliunan buat cetakan buku dari departemen tertentu.
Sebenarnya kalau mengerti manajemen dan faham strategi bisnis, Kalau mau berhemat, naikan ke web kekementrian soft copy buku cetak tyersebut, biar anak-anak mencetak sendiri di tempat masing-masing atau membaca sendiri langung dari komputer, atau melalui smartphone atau warnet terdekat dan di print. Tidak perlu repot mencetak, mendistribusikan keberbagai kota.
Bagi daerah yang jauh apa lagi. Distribusi sulit, maka kirim melalui email, web, dan hidupkan jaringan internet di daerah demi pelajaran softcopynya bisa sampai. Saat ini didaerah terpecil, internet ngak ada, buku ngak ada. Petakan sehingga bertahap bisa dilakukan.
Dengan cara soft copy, saya yakin negara hemat triliunan rupiah untuk hal ini. ya mbok kalau jadi pejabat itu ya berfikir manajemen sedikit. Kurangi peluang korupsi departemennya. Kurangi cetak-cetak gitu loh di kementriannya, banyak bener sih cetakan-cetakannya. Sudah lama menjabat kok masih ngak ngeh juga ya. Jaman digital sekarang ini loh om. Ya jangan banyak tebangin pohon buat kertas. Hemat pakai digital gitu loh. Uangnya kan 20 triliuan bisa di hemat buat yang lain. Awas loh, jangan di ulangi lagi urusan cetak-cetak ini mas bro yang baru jabat. Jangan kasih penerbit-penerbit lagi. Eh..ini buka rahasia ya? # may peace be upon us

Senin, 15 Agustus 2016

HEMAT

Ada salah satu orang yang saya incer banget untuk bisa gabung dalam organisasi saya. Pemuda ini usianya 42 tahun an. Dunia profesionalnya adalah direktur operasional, bidang usahanya heavy industry. Kenapa saya belum ambil dia gabung dengan saya?
Nomor satu karena saya belum punya perusahaan heavy industry juga saya belum punya perusahaan berjumlah masif tenaga kerja di atas 5000 orang dalam satu perusahaan. Tapi tetap saja saya incer banget dia menjadi team saya. Jadi bayangkan, demi orang ini gabung dengan saya, saya berusaha keras membuat usaha yang cocok buat dirinya.
Nah aneh ngak tuh!.
Tapi keburu suka sama dia bagaimana dong? Keburu suka sama team di bawahnya bagaimana dong?
Banyak yang saya sukai dari manuvernya mengelola perusahaan anak muda ini. salah satunya adalah ketika dia tahun lalu pindah kerja menjadi direktur operasi sebuah perusahaan dengan karyawan 8000 orang. Yang memiliki wilayah kerja tersebar di 5 wilayah indonesia. Yang dilakukan dalam 1 tahun pertama adalah melakukan efisiensi besar-besaran.
Sebagaimana banyak sahabat ketahui, bahwa dalam revenue penjualan biasanya 12-13% adalah unsur salary SDM. Ini adalah rumusan umum. Misalnya, penjualan revenue Perusahaan adalah 10 milyar pertahun, maka gajih direksi hingga level terbawah karyawan kira-kira 1,3 milyar pertahun. Lebih dari angka itu perusahaan di sebut kegemukan biaya karyawannya. Walau memang ada lagi banyak faktor menentu misalnya bidang tertentu punya skala tertentu. Saya menyederhanakan rata-rata agar faham.
Dan, biaya SDM 12-13% itu bisa naik menjadi di atas angka tersebut namun jika produktifitas produktifitas tidak ikut naik maka akan bahaya perusahaannya. Atau perusahaan tidak efisien. Itu bisa bikin bangkrut.
Contoh, seorang karyawan bersalary 4 juta. Tahun depan naik 10% menjadi 4,4 juta, alalu tahun depannya lagi menjadi 4,84 juta. Tahun depannnya lagi tahun ketiga menjadi 5,35 juta. Dan begitu seterusnya.
Bisa di bayangkan kalau rata-rata pekerja berusia 45 tahun dan telah bergabung di perusahaan selama 12 tahun. Gajih mereka yang dengan skill dan posisi biasa saja bisa 8-10 juta. Sementara pekerjaan tersebut bisa di kerjakan oleh mereka yang berpengalaman 3 tahunan dengan salary 5 jutaan.
Maka , ketika tahun lalu dia menjabat direktur operasi, yang dilakukan adalah, menurunkan rata-rata usia karyawan dari 45 tahun menjadi 32 tahun. Dan ini menurunkan angka biaya fix cost salary dari 17% ke 11%.
Bagi mereka yang yang menerima paket rasionalisasi diberi golden shake hand, pesangon di atas peraturan depnaker. Yang ternyata tidak lebih 0,7 % dari revenue untuk merasionalisasikan 1500 orang karywan. Jadi saat ini, pegawai turun dari 8000 ke 6500 orang. Usia rata-rata pegawai turun. Biaya karyawan turun, dari 17% ke 11% dan Sales naik karena tenaga muda masih bersemangat bekerjanya. Ngak mudah loh di pasaran profesional cari orang sperti ini. makanya saya kerja keras buat mengambil dia . hahaha # may peace be upon us

Minggu, 14 Agustus 2016

PINJAMAN

Pak perusahaan di singapore sudah siap rekeningnya, sudah buka account baru, kapan bapak ke Singapore?. Ada banyak dokumen tang harus di tanda tangani. Itu adalah pesan singkat text message dari legal advisor saya di singapore.
Ini bukan mau gaya-gaya an menceritakan hal seperti ini di publik. Mohon lihat bahwa ribuan cara untuk buat uang yang di Indonesia karena BI nya ngak faham bisnis maka kita sebagai pengusaha yang harus manuver dan pandai-pandai lihat peluang.
Sahabat tahu semua suku bunga kredit di Indoensia itu mahal, 13%- 16% itu sangat mahal. Sangat sulit membayarnya dengan bisnis normal atau bisnis kebanyakan. Saya beri ilustrasi sederhana ya, anda memiliki tanah senilai 10 milyar. Lalu anda akan membangun hotel senilai 20 Milyar. Apakah bank akan memberikan pinjaman ? iya, akan memberikan tapi hanya 75% dari RAB.
Alias hanya 75% dari 20 milyar. Hanya 15 milyar. Yang 5 milyar adalah equity pemilik . terlihat sempurna dan menarik? Ya tidak bagi saya. Saya beli tanah dan setor equity menjadi kan saya mengeluarkan uang 50% dari proyek.
Bank mengeluarkan 50% senilai 50% tapi memegang jaminan 100%!. Terlihat wajar? Iya di mata banker. Karena alasan banker harus prudent. Prudent bagaimana boss? Dapat bunga 15% dari 15% selama 5 tahun, pegang jaminan 100% senilai 30 M. Begitu ada apa-apa dalam bisnis (hal biasa) pasar kontraksi, maka di refinenace, di perpanjang lagi tambah 3 tahun jadi 8-9 tahun, bunga di strech cicilan di perpanjang. Kelihatan pahlawan?
Di ujungnya di tahun ke 10. Pemilik baru merasakan manfaat di saat bank sudah dapat uang 15 milyar + 15 milyar dari bunga. Atau senilai 30 milyar.
Yang kerja mati-matian pengusaha. Pegawai bank hanya mencak-mencak marah-marah neken ibarat preman pasar yang jatah bayaran lapak-nya kurang atau telat!
Ok sekarang kita lihat lagi, dari kaca pegawai bank. Ini adalah business as usual. Bersih seperti biasa. oke lah, lu pegang duit lu atur. Jadi tahu khan kenapa dunia perbankan indoensia itu bukan pebisnis, sangat self center. Mikirin diri sendiri. Ya sudah kalau itu maunya mereka banker indonesia yang taat pada BI. Yang BI nya juga ngak faham membangun bisnis.
Lengkap deh.
Jadi apa yang banyak lakukan sekarang. Kita geser pinjaman ke project finance. Yang di indoensia ini di haramkan. Di indonesia yang halal itu asset base. Pinjem uang ada jaminan aset. Jaminan proyek ngak boleh. Ya ngak apa-apa juga. Toh bunganya tinggi banget, 15 %.
Jadi kita ke singapore buka perusahaan. Murah, 15 juta rupis selesai ngak ribet. Lalu perusahaan yang 100% kita yang punya itu, take over perusahaan yang di indonesia. Yang punya lahan 10 milyar yang mau kita jadi kan hotel dengan RAB rencana anggaran bangunan-nya 20 milyar.
Kalau project base maka nilainya begini bank (singapore) lihatnya. Tanah 10 M + RAB 20 M. Total 30M. 75% pinjaman 22,5M bank singapore kasih pinjam dengan bunga hanya 7 % .
Kita dapat 22,5M . 20M bangunan ,2,5 M modal kerja. Perbedaan 8% pertahun itu nilainya 1,8M. Atau kalau 5 tahun selisihnya 9M. Percayakan sahabat tahun ke 5 pinjaman 22,5M lunas. Sementara kalau meminjam 15M di Indonesia bunganya saja satu tahun 2,25M. Kalau pinjemannya 22,5M, bunga 15%, maka bunganya 3.4M diluar cicilan pokok.
Maaf banyak angka statusnya. Tapi saya mau melihatkan betapa ruginya berbisnis dengan bank indonesia ini. bisa selisih 9M dalam 5 tahun!!!!.
Jadi kepada para banker dan BI. Terima kasih atas peraturan anda yang membuat bunga tinggi, membuat susah minjem uang di indonesia. Bisnis kami jadi lancar dan cepat dengan bantuan bank luar negeri dengan perusahaan luar negeri. Kami jadi PMA. Dan malah banyak kemudahan pakai PMA. # Peace

Sabtu, 13 Agustus 2016

AMNESTY DAPAT, UANG..?

Kemarin hari Jumat saya mendapat email dari bank saya di singapura yang membuat geleng-geleng kepala tidak percaya membacanya. Surat itu dengan jelas mengatakan seperti begini versi bahasa indonesianya : kepada nasabah kami terhormat. Saat ini kami tahu ada tax amnesty yang sedang dilaksanakan di indonesia. Sebagai warga negara yang baik anda pasti akan melaporkan harta kekayaan anda. Dan kami menyarankan segera ada laporkan. Untuk itu kami dengan segala kerendahan hati mohon di terima uang 2% ini yang kami setorkan kepada rekening anda sebagai tambahan biaya pajak.
Apa maksudnya? Pasti banyak sahabat yang bertanya. Okeh, sekilas informasi ini saya sederhanakan dan saya singkat ceritanya.
Mendapat informasi email yang membuat kepala saya geleng-geleng itu karena rekening kita mendadak di kirim uang. Bayangkan uang anda mendadak dapat tambahan 2 % dari nilai yang di tabungkan. Maaf sekali lagi jumlah uang saya tidak seberapa di sana, jadi focus diskusi bukan di jumlah uangnya tetapi strategi yang di terapkan oleh singapura ini yang mau kita bicarakan.
Maksudnya begini. Dengan tax amnesty sebaiknya semua sahabat memanfaatkan untuk mendaftarkan nilai kekayaan anda. Melaporkan kekayaan anda. Berapapun nilainya. Dimana anda hanya akan di minta pajak 2% saja, ini murah banget. Yang berlaku sampai 31 september 2016 ini.
Jadi misalnya sahabat punya uang 10 milyar rupiah equivalent dolar misalnya. Kalau anda laporkan sebagai harta kekayaan, maka anda akan dapat keringan pajak tanpa di tanya asal usul uang anda. Dengan hanya membayar 2% dari nilai uang yang anda laporkan. Ini murah banget.
Bayar 200 juta rupiah, anda tak berdosa pajak lagi. Dapat amenesty. Dan bawa uang itu masuk ke Indonesia kalau uang anda di luar negeri tentunya. Kalau anda mau tetap uang nya di singapura, anda akan kena pajak 4%. Jadi bayar 400 juta rupiah. Harta bersih, tidak di tanya asal usul dan uang tetap di negeri orang.
Lalu apa arti surat tadi? Artinya begini, anda laporkan harta anda masuk dalam tax amenesty, dan anda tetap taruh uang di singapura ya..nih 2% uang anda kami bayarin. Jadi anda tak perlu keluar uang 400 juta. Kami yang tanggung yang 200 juta. Duit tetap di singapura.
Ini yang membuat saya geleng-geleng. Hebat nih negara kecil. Mereka memang pebisnis banget negaranya. Kompak, solid dan service excellent. Jadi , saya harus bagaimana dong? # peace

Jumat, 12 Agustus 2016

FUND

Selagi menunggu pertemuan dengan seorang pejabat di Fairmont hotel saya ternyata datang kecepatan. Akhirnya saya memilih merebahkan pantat saya di sofa yang kosong di lobby hotel tersebut. Tak lama kemudian, di depan tempat saya duduk hadir seseorang yang juga sepertinya sedang menunggu. Saya belum kenal dia, tapi saya tahu siapa dia.
Lingkup bisnis itu kecil. Maka dari sekilas wajah dapat memastikan dialah salah satu taipan bisnis indonesia. Seorang bapak usia 58-60 an, keturunan chinese yang perusahaan kalau di sebut di publik produknya semua orang pasti kenal. Dan seperti kebiasaan saya yang nekat, saya sodorkan tangan saya kedepan. Pak F ya? Kenalkan saya mardigu pak, mitranya PO.
Diapun tersenyum, membenarkan dia pak F, dan menjulurkan tangan nya. Oh..PO sama kamu ya..apa kabar dia? Kamipun saling info mengabarkan PO mitra saya yang dulu pegawainya. Kemudian saya bertanya beliau menunggu siapa? Setelah dia bertanya terlebih dahulu kepada saya di hotel ini tujuannya apa. Saya sebut nama seorang pejabat yang saya janjian siang ini, rupanya dia kenal baik.
Dia menjawab, saya sedang menunggul tax advisor saya pak mardigu, nadanya santun. Saya menyahut, bener pak, saya juga masih tanya-tanya banyak urusan tax amnesty ini. pengen tahu lebih detail lagi. yang diangguk olehnya.
Saya dengan percaya diri melanjutkan pertanyaan kepadanya., bapak pasti bingung karena dana diluar negeri semua pakai “trust fund” ya pak?
Dia menatap saya tajam , bibirnya meruncing kemudian berkata tegas, wah PO cerita banyak ya ke kamu? Wajahnya menunjukan ke tidak nyamanan. Wah saya ngak enak jadinya mendapat respond demikian. Saya pun mengucapkan kata maaf atas ke tidak nyaman ini. karena niat saya adalah ingin menggali informasi tapi kalau menyingung ke “pride” pribadinya saya minta maaf. Juga bisa saja pertanyaan saya menyinggung privasinya. Hal pribadinya.
Maaf pak, nothing personal. Persaan saya ngak nyaman jadinya dan saya harus dengan cepat melakuan tarian indah berdiplomasi dengan berkata, begini pak, saya soalnya punya masalah urusan trust fund saya pak. Diapun memalingkan mukannya kewajah saya dan menatap tajam. Kamu ada pakai trust fund juga? Saya angguk cepat, iya pak.
Dia menarik nafas panjang dan mukanya melunak. Sambil mengangguk-angguk kemudian berkata, bener pak, itu yang saya pusingkan karena itu saya perlu janjian dengan tax advisor secara private. Saya pengen tahu info tax amnesty secara benar dari professional perpajakan.
Huiiiih, saya pun lega karena dia mencair, dada saya dari tadi tahan postur, langsung turun lunglai jadi santai saya. Karena dari tadinya wajahnya agak senewen dengan saya karena salah ngomong sayanya, kemudian sekarang malah akrab. Iya sih, ini sebenarnya terpaksa saya berbohong agar posisinya kami sama, sama-sama punya trust fund.Dan dia percaya trust fund saya , cihuiii Saya punya trust fund !!!! . Ini sebuah projection imaginary yang bagus khan? . Bohong positif biar kejadian punya trust fund. # peace

Kamis, 11 Agustus 2016

TAX

Malam minggu, bertemu dengan sahabat yang pebisnis junior kawakan di bilangan cafe di tengah distrik sudirman diskusinya menarik sekali. Saya membuka pembicaraan dengan kalimat bertanya? Bagaimana tax amnesty, mid shoot atau under shoot?
Sahabat, tahukah reaksi teman-teman saya pebisnis muda yang gigih ini di depan saya sekitar 7 orang ketika mendengar saya bertanya? . Mereka ngakak terkekeh kekeh. hahaha...seru, seru! TA itu hadiah dari langit mas bro..ini peluang ngak dateng lagi seumur hidup kita. Ini kesempatan emas. Ya pasti kita tidak akan sia-siakan.
Melihat mereka ngakak saya setengah mikir. Apa sih maksudnya? Bahagia banget getaran suara mereka.
Bayangin bro 2%, murah banget.!! Geblek aja loh ngak manfaatin. Saya masih belum bereksprresi. Saya ulang pertanyaan, so pasti undershot ya?
Hahahaha..saya di ketawain 7 orang itu lagi. Dalam hati, eh gw ini paling tua di antara luh, ngeledek nih junior-junior. Yang kemudian di jekaskan dengan berkata, Mas...kami kemarin diskusi, dan final, kami semua over shoot!! Kalimat itu membuat saya terkejut. Lu gila semua, saya bilang begitu. Dan mereka sekali lagi ngakak sehingga satu kafe keberisikan suara kami.
Ok ok, pasti ada sahabat yang nanya, apa sih masuknya under shoot, mid shoot?
Begini maksudnya. Kalau kita menembak, kita menarget titik tengah sasaran. Mid shooting. Under shoot adalah kena di bawah sasaran.
Jadi dalam tax amnesty istilah kami tadi diskusi yang saya bertanya maksudnya, mid shoot adalah aktual data saat ini. harta kita laporkan "sesuai" dengan nilai aslinya. Undershoot adalah melaporkan “di bawah” nilai harta faktualnya.
Dan yang mereka lakukan semua dan sepakat yang membuat saya juga kepikir melakukan hal yang sama adalah, over shoot!!!. Anjriit ini anak-anak kok kepikiran begini ya. Pinter banget. Sontoloyo banget # peace

Rabu, 10 Agustus 2016

ANGKATAN KERJA

Bertemu dengan pengusaha jepang di hari minggu malam di dalam acara santai makan ramen favorit saya di bilangan kemang. Terjadi diskusi panjang karena memang banyak yang kami saling pertanyakan. Beliau yang saya kenal sejak tahun 2005 lalu. Awalnya di tahun 1996 saya kenalan dengan ayahnya yang terlebih dahulu tinggal di Indonesia sejak 20 tahun yang lalu.
Proses perkenalan dengan ayahnya sangat unik yang saya pernah tulis dalam tulisan lama saya di tahun 2009 atau 2010 di FB ini. singkat cerita, kami makan bersama kemarin. Sambil mengunyah ramen, shoyu tamtam yang agak pedas dengan extra bawang putih kesukaan saya.
Saya bukan ahli kulinari, sulit saya menjelaskan rasa makanan tapi kalau diskusi tentang business behavior saya antusias sekali. Itoh, nama sahabat saya orang jepang itu bercerita, saat ini jepang adalah Negara “mature menuju plateu”. Perkataan yang sering saya pakai tapi agak bingung menterjemahkannya.
Kira-kira begini, jepang polulasinya makin tahun rata-rata penduduknya makin tua. Angkatan kerjanya usia rata-rata 47 tahun dimana mencari tenaga kerja muda sulit. Pertumbuhan penduduknya negative. Tingkat kelahiran rendah dan anak mudanya keluar negeri.
40 tahun yang lalu, dimana semangat kaizen sedang di dengungkan di jepang, produk jepang yang kualitasnya sangat bagus menguasai dunia. dunia kagum dengan prestasi bangsa jepang tersebut. Dan angka rata-rata usia produktif yang menguasai angkatan kerja adalah 34 tahun (40 tahunan yang lalu).
Bangsa jepang di masa itu muda, energic, inovasi nya jenius. Dunia di tahun 70 akhir hingga 90 awal di kuasai produk jepang, semangat jepang.
Itoh melanjutkan, bangsa korea (selatan) saat ini usia 41 tahun usia angkatan kerjanya dan lagi dalam top performace nya. Sejak tahun 90 an akhir hingga saat ini, produk dunia mutu tinmggi banyak produk korea seperti, Samsung, Hyundai dan lain sebagainya.
Bagaimana Indonesia? Itoh mengingatkan saya, wowiek san, kamu tidak akan pernah mendapatkan moment ini sampai dunia berakhir tentang Indonesia. Kecuali ada perang yang meluluh lantakan Indonesia. Kecuali bangsa indonesi tidak “tunggal ika” lagi, kecuali bangsa Indonesia pecah karena ego masing-masing, inilah masa terbaik bangsa Indonesia.
Usia rata-rata angkatan kerjanya diusia sangat produktif 28 tahunan. Dari sekarang hingga tahun 2025 dimasa itu rata-rata pas menjadi dewasa angkatn kerjanya usianya di 31 tahun. Percaya saya (kata Itoh) Indonesia akan mencapai GDP per capita di USD 12.000 di tahun tersebut.
Dengan populasi 280 jutaan di tahun 2025, Indonesia pasti masuk 10 negara perputaran ekonominya terbesar di dunia. syaratnya 1 wowiek san, Indonesia mulai manufaktur, industry UKM dan jangan memikirkan politik.
Bangsa jepang menyadari hal itu ketika di tahun 70an ada reformasi ekonomi. Yang memisahkan politik dengan ekonomi. Saat ini, otak orang indoensia, 70% politik, TV, media main stream, media social, 70% komentarnya kearah politik. Saya mangut-mangut mendengar panjang lebar cerita Itoh seorang doctor ekonomi, yang memiliki pabrik kimia besar di daerah Tanjung Priok, yang sangat ingin jadi warga Negara Indonesia.
Ok sahabat sekalian, yuk kita ubah “core attention” kita tidak terlalu ke arah politik. Yuk reformasi politik keluar dari pikiran kita sisakan sedikit saja , yuk stop bergantung pada pemerintah, yuk berkarya gandengan tangan sesama kita, UKM menanti, domestik konsumsi menanti, stop import bahan baku, bahan baku local banyak menanti di sentuh putra putri bangsa Indonesia. Ini menjawab mengapa kita terlahir disini dan untuk apa?!. # Peace

Selasa, 09 Agustus 2016

CRITICAL MASS

Dalam pengembangan bisnis ada jalur selain menggunakan uang bank. Namanya jalur “private placement”. Sekali lagi istilah private placement ini malahan bukan saja untuk pengembangan tetapi juga bisa menjadi salah satu “exit plan”.
Sebagai mana sahabat tahu dalam tulisan saya bulan lalu, saya di kritik sahabat saya ex CEO group besar dengan nilai turn over atau revenue penjualan dalam 1 tahun nilainya bisa mencapai USD 14 billion atau sekitar 200 triliun rupiah pertahun. Dia Managing director dari lebih 150 perusahaan tersebut. Di holdingnya.
Kritikannya kala itu adalah tentang kebiasaan saya yang di kenalnya sudah 20 tahun kalau buat bisnis selalu mengabaikan exit plan. Kalau sudah di jalani saya baru berfikir exit plannya bagaimana. Sementara sahabat saya ini berfikir exit plan bahkan sebelum bisnis jalan.
Jadi ketika dia berkata tenatng kesalahan dan kelalaian saya , saya hanya bisa komentar, siap ndan!. Anda benar!.
Sekarang saya mencoba untuk pertama kalinya. Saya memulai dengan exit plan di awal. Salah satu bisnis baru mulai saya , bisnis start up saya lakukan metode ini.
Saya datangi perusahaan venture capital. Dengan mengatakan 1 hal (setelah presentasi 10 menit) . Kalau bisnis ini sudah sampai “critical mass” nya, berapa kamu berani beli perusahaan saya. Saat ini saya tidak jual, tapi sekali lagi saya bertanya (dengan pede bahkan pede sekali), saya tanya, kalau sudah mencapai ‘critical mass” perusahaan saya yang saya akan jalankan ini, berapa anda berani menawar perusahaan saya?
Itu gaya sontoloyo bener khan. Lah orang perusahaan belum jalan, baru mau launch soft opening. Masih banyak pastinya sandungan dan gesekan yang akan menghambat kedepanya sebelum sampai titik critical mass tercapai. Tapi saya tantang mereka, sebuah venture capital yang sangat di hormati di dunia pembiayaan dan pembelian bisnis.
Berapa berani beli, buy out beli semua? Partial buying? Terserah saja..sekali lagi jika critical mass tercapai mau beli berapa nilainya? Di desak dengan pertanyaan begitu, saya tahu typical american company, pasti panas dia. Sekali lagi, jangan nantang kayak begini kalau orang asia. Tapi bule texas? Tantang dia..well sir? What is your price.
Tahu ngak apa yang terjadi. Dia ambil kertas tissue dari tempat kami duduk di tapas bar di bilangan kuningan tadi lalu dia menuliskan angka dalam dolar US..nanti kalau sempat saya up load fotonya, ketinggalan di jok belakang mobil. Yang saya jawab dalam hati, lumayan juga!. Sekarang saya berfikir keras, ok next chapter, bagaimana mencapai critical mass. # Peace

Senin, 08 Agustus 2016

OLYMPIAN

Siapa sih yang bisa menyangka dengan tepat perjalanan kehidupan seseorang? Satu tahun yang lalu, seorang gadis 17 tahun Yusra Mardini teronggok dalam perahu bersama 20 an pengungsi Syria antara perairan Yunani dan Turki
Menghadapi kematian yang dekat sebagaimana banyak pengungsi yang gagal mencapai daratan, Yusra dan adiknya perempuannya lompat ke air dan berenang dengan menggeret 20 orang di perahu tersebut yang semuanya tidak bisa berenang. Dan mereka semua selamat sampai kedaratan karena penyelamatan yang dilakukan kedua remaja ini.
Sebenarnya cerita tersebut bisa berakhir di sini. Namun luar biasa, hari ini yusra akan mewakili “no country, no flag and no national Anthem “ ketika dia masuk ke Olimpic stadium untuk mengikuti kompetisi dalam olimpiade di Rio 2016 sebagai bagian dari untuk pertama kalinya ada kontingen olimpic refugee squad!!!
Ada pertanyaan, jika anda kehilangan rumah anda, keluarga anda, Negara anda apakah kehidupan anda akan berakhir dan anda menyerah? Apakah anda seperti Yusra – melanjutkan perjuangan dan berdiri tegak mencapai yang terbaik?!
Di tahun 2012 rumah keluarga Yusra hancur karena perang dan pembunuhan massal di Daraya Syria. Ratusan warga terbunuh. Dan dalam tiga tahun selanjutnya terus saja pertempuran terjadi di daerah mereka sehingga tidak ada lagi kehidupan normal disana. Yang akhirnya membuat Yusra dan adiknya memutuskan untuk mengungsi.
Yusra menceritakan dia harus mengendap-ngendap bersembunyi hingga polisi pengawas tidak melihat mereka dan perahu mereka berjalan. Naas, baru berjalan 30 menit mesin kapal mati. Dikapal itu hanya 4 orang yang bisa berenang. Yusra adiknya dan 2 orang pria.
Ke empatnya berenang mencoba menggeret kapal tersebut di mana akhirnya kedua pria tersebut menyerah. Lalu apa yang ada dipikiran dua kakak beradik tersebut? Apakah mereka akan menyerah ? dan membuat semua orang mati atau mereka menyelamatkan hanya mereka berdua? Dan mereka berkata, kita berdua adalah perenang terbaik di dunia. Mereka putuskan mengeret kapal tersebut selama 4 jam berikutnya sampai kedarat. Menyelamatkan seisi kapal.
Inilah kisah heroic yang mencengangkan dunia.
Lalu bagaimana dia bisa sampai menjadi peserta olimpiase Rio 2016? Dia sekarang tinggal di Berlin. Dia terus menjalankan hobby dan minatnya dalam renang ini. Hingga prestasinya di lihat oleh nasional team (Germany) dan IOC. Dia lalu mengikuti seleksi dan lulus di kelas 100 meter Freestyles - gaya bebas dan 100 meter gaya kupu-kupu.
Sekarang – setelah tahun lalu ia menyebrangi laut Aegean dengan heroic, Yusra akan berkompetisi di Rio yang merupakan bagian dari 10 atlet yang ikut sebagai peserta olimpiade untuk pertama kalinya diadakan untuk mewakili dan menghormati para pengungsi yang tidak memiliki kewarganegaara, tidak ada bendera kenegaraan, dan tidak ada lagu kebangsaan.
Dia akan berada dalam stadion pada saat pembukaan dan mengatakan : “I want to show everyone that, after the pain, after the storm, comes calm days. I want to inspire them to do something good in their lives. However tough things get, remember it’s the tough times that make you tougher So when you’ve got the option to sink or swim, keep on swimming. ”
Pierre de Coubertin pendiri olimpiade modern berkata : Bukan kemenanganan yang terpenting namun perjuangan mencapainya yang bernilai tinggi” Yusra menambahkan, “jangan pernah menyerah!”
Semoga kita belajar dari seroang pejuang kebenaran dan pejuang kidupan berusia 18 tahun ini apa arti kata “perjuangan”. Selamat menyaksikan Yusra di olimpade Rio 2016 # Peace

AGATHA

Anda pasti pernah membaca Da Vinci Code dari Dan Brown? Atau Harry Potter karya J.K Rowling? Atau cerita misterius Agatha Christie?
Kalau saya membaca buku buku mereka bisa saya selesaikan dalam waktu 3 jam. Saya seakan terpaku dikursi duduk. Tidak beringsut pindah. Bahkan meneguk air dari gelas disamping jadi lupa. Saya terkena sihir
Sebagai pengemar chanel National Geografic maka acara khusus The Agatha Project tidak saya lewatkan sedetikpun. Saya ingin tahu apa yang menyebabkan tulisannya begitu memukau. Dalam project tersebut para peneliti memasukan setiap kata, frasa dan kalimat. Hasil dari penelitian tersebut yang menempelkan seluruh alat test gelombang otak EEG menyimpulkan, frasa-frasa tersebut memicu rasa senang. Hampir seperti efek ketagihan para pemakai amphetamin.
Sebuah analisa yang mencengangkan saya.
Sebuah penelitian yang cukup valid, setidaknya menurut saya.
Hasil penelitian tersebut tulisan agatha cristie menggunakan teknik psychology namun dengan gaya sastra. Tulisan agatha christie bertindak sebagai pemicu untuk meningkatnya kadar serotonin dan endorfin, yang merupakan kurir kimia pada otak yang menimbulkan rasa senang. Inilah yang membuat pembaca ketagihan.
Agatha christie menggunakan teknik forcing yang sangat efektif. Menulis yang menimbulkan respons sesuai dengan maksud penulis. Dengan data tersebut membuat saya mendalami lagi apa yang membuat pembaca terpukau. Kata-kata apa yang diulang-ulang sehingga membentuk stimulus atau rangsangan senang.
Kata takjub, membayangkan, dan cerita adalah kata yang paling menimbulkan rangsangan kimia menyenangkan yang terbesar. Kata-kata senang, gadis, senyum, yes, baik hati , menang, bahagia ini merupakan kata terbanyak dalam tulisan Agatha Cristie. Padahal ceritanya adalah misteri dengan bumbu romance.
Dalam tulisan yang memakai teknik forcing, banyak kata-kata yang akan memicu “perasaan” yang hampir tak terlihat bedanya dengan kalimat biasa. Susunan kata sama. Perbedaan adalah ada pada “efek pembacanya”. Dalam buku J.K rowling seorang anak bisa masuk kedunia Harry potter. Mereka menjadi bagian dari dunia penyihir cilik. Pembaca di bangunkan keinginan untuk membaca dan membeli.
Kedepan, dimana otak manusia modern terisi dengan banyak data, maka kita akan menggunakan forcing proiming ini. Bagaimana kata-kata tersusun menjadi kekuatan memprogram. Dan membedakan banyak kata-kata tersusun lainnya. Sayangkan kalau hanya tersusun indah, namun tak menimbulkan reaksi seperti semangat, suka atau pembelian. Ada berapa banyak brosur, iklan, tulisan yang tidak membangkitkan forcing tersebut?
Menurut lembaga survey ternama di amerika fairfaxcountymedia, pesan tersebut sangat banyak yang menyesatkan, salah sasaran dan hanya menjadi sampah, lebih dari 65% masuk kategori tersebut. Tentunya kita dimasa kompetisi ketat sekarang ini harus menghasilkan karya kreatif yang punya pengaruh. Gunakan forcing Priming ala Agatha Cristie. # Peace