Abis beli kacang kulit di indomaret dengan logo indomaret bukan kacang garuda atau 2 kelinci,jadi bahan obrolan menarik,dengan analisa secukupnya,saya mengatakan bahwa indomaret maupun alfa itu bukan sekedar buka "warung biasa" seperti warung umumnya yg penting ada pemasukan tiap hari.
Alfamart maupun indomaret lebih dari itu,dengan menggunakan IT, data2 penjualan setiap hari,minggu,bulan,tahun di analisa,kebiasaan konsumen membeli apa saja,kebiasaan konsumen inilah yg dijadikan dasar buat mereka untuk membuat produk sendiri,apa yang kita beli dindomaret atau alfa dengan logo mereka itu adalah hasil dari menganalisa kebiasaan konsumen dan kebutuhan konsumen setiap hari.
Database yang mereka miliki inilah harta karun yang bisa mengembangkan bisnis mereka, kacang,minyak goreng,gula,tusuk gigi,cutonbad,pencukur kumis,air mineral, yang mereka branding dengan logo2 mereka itu memiliki nilai tambah,dari menganalisa kebiasaan konsumen keluar produk2 yang akan diserap pasar dan pastinya sudah diperhitungkan bahwa produk yg dikeluarkan adalah produk yang sering dibeli konsumen.
Mereka cukup kerjasama dengan penghasil produk2 atau UKM2 lokal,kerjasama yang saling menguntungkan.
Itu yang warung tradisional g bisa diadopsi,mereka hanya tau kebiasaan konsumen beli apa tanpa bisa memproduksi.
Melihat kesuksesan aplikasi gojek dan grabbikepun,alfa dan indomaret yg bersaing ini pun turut mengembangkan aplikasi masing2,membuat konsumen semakin g perlu keluar dari rumah,yang paling keliatan adalah pesan antar gas,beras,galon air.
Bisnispun semakin berkembang dengan topangan IT.
Apa warung tradisional akan tergerus?pastinya tetap ada,hanya ceruk pasarnya akan semakin terbatas dan saya rasa selalu ada celah2 untuk kreatifitas dan orang indonesia terkenal sangat kreatif
Menarik untuk melihat perkembangan peggunaan aplikasi untuk membantu memperluas bisnis yg ada

Tidak ada komentar:
Posting Komentar